
Anda mungkin tidak menyadarinya, tetapi hampir 12 juta orang dewasa Indonesia menderita gangguan depresi, yang mencakup 6,1% dari total populasi. Meskipun ini mungkin tampak seperti sebagian kecil, seperti halnya Roma tidak dibangun dalam sehari, kesehatan mental membutuhkan waktu dan perawatan untuk berkembang. Bahkan jika Anda belum didiagnosis dengan kondisi kesehatan mental, memprioritaskan kesejahteraan psikologis Anda sangat penting, dan pencegahan harus dimulai sejak dini. Hari ini, kita akan mengeksplorasi bagaimana elemen-elemen ini saling terkait dan, yang lebih penting, bagaimana kita dapat mengendalikan kesehatan kita melalui pilihan yang lebih bijak dan alat-alat inovatif.
Hubungan Antara Stres, Diabetes, dan Glukosa
Depresi adalah salah satu gangguan terkait diabetes yang paling umum, dan memiliki hubungan dua arah dengan diabetes tipe 2. Tetapi bagaimana hal itu terjadi sejak awal?
Tubuh kita melepaskan hormon seperti kortisol dan adrenalin sebagai bagian dari respons "lawan atau lari" ketika kita mengalami stres. Hormon-hormon ini mendorong hati untuk melepaskan lebih banyak glukosa ke dalam aliran darah untuk memberikan energi cepat. Meskipun respons ini berguna bagi kita untuk menghadapi peristiwa krisis, stres kronis dapat menyebabkan kadar glukosa yang tinggi secara terus-menerus. Hal ini bahkan bisa lebih buruk bagi penderita diabetes, meningkatkan resistensi insulin dan membuat pengelolaan gula darah lebih sulit. Kemudian, kadar glukosa yang tinggi dapat menyebabkan kelelahan, mudah tersinggung, dan perubahan suasana hati, yang pada gilirannya meningkatkan stres. Lingkaran umpan balik ini dapat memperburuk kedua kondisi tersebut kecuali jika diatasi.
Kebiasaan yang Mengurangi Tingkat Stres dan Menurunkan Resistensi Insulin
Kabar baiknya? Kita dapat memutus siklus ini dengan mengadopsi kebiasaan yang mengurangi stres dan meningkatkan sensitivitas insulin. Berikut adalah lima strategi berbasis bukti:
1. Aktivitas Fisik Teratur
Olahraga adalah sumber kekuatan untuk mengurangi stres dan meningkatkan sensitivitas insulin. American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan kombinasi latihan aerobik dan latihan beban untuk hasil terbaik. Usahakan setidaknya 150 menit aktivitas per minggu. Latihan kardio seperti berjalan kaki, bersepeda, ditambah latihan kekuatan seperti angkat beban, bench press, dua hingga tiga kali seminggu. Ini memungkinkan tubuh untuk membangun massa otot, sehingga meningkatkan penyerapan glukosa, membantu menstabilkan kadar gula darah.
2. Teknik Kesadaran dan Relaksasi
Praktik seperti meditasi, pernapasan dalam, atau yoga dapat menurunkan stres dengan mengaktifkan sistem saraf parasimpatik. Atau, memprioritaskan hal-hal yang Anda sukai selama 10-15 menit sehari dapat menurunkan stres.
3. Nutrisi Seimbang
Diet yang kaya akan makanan utuh—sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, protein tanpa lemak, dan lemak sehat—mendukung kadar gula darah yang stabil dan mengurangi stres tubuh. Fokuslah pada serat dan protein, yang memperlambat penyerapan gula, meningkatkan sensitivitas insulin. Lihat blog kami yang lain Bagaimana protein, serat, dan karbohidrat memengaruhi kadar glukosa Anda? untuk tips lebih lanjut tentang nutrisi seimbang.
4. Prioritaskan Tidur
Waktu tidur yang singkat dan kualitas tidur yang buruk tidak hanya membuat otak Anda kabur, meningkatkan hormon stres dan mengganggu pengaturan gula darah, tetapi juga menurunkan sensitivitas insulin. Tidur berkualitas (7-9 jam per malam) sangat penting untuk mengelola stres dan metabolisme glukosa. Jika Anda kesulitan mendapatkan tidur berkualitas yang cukup, Anda dapat mencoba:
Hindari makan, berolahraga, dan menggunakan produk digital setidaknya 1 jam sebelum tidur.
- Tetapkan waktu tidur yang teratur.
- Pastikan lingkungan tidur Anda gelap, sejuk, dan tenang.
- Hindari tidur siang yang terlalu lama (maksimal 30 menit).
5. Kembangkan Koneksi Sosial
Dukungan sosial yang kuat bertindak sebagai penahan stres. Luangkan waktu bersama orang-orang terkasih, bergabung dengan kelompok dukungan, atau terlibat dalam kegiatan komunitas—terutama bermanfaat bagi mereka yang mengelola diabetes.

Perkuat Kesehatan Mental dan Fisik Anda dengan Ottai
Mengelola interaksi antara stres, kadar glukosa, dan diabetes tidak harus membuat kewalahan. Memiliki alat yang tepat seperti Ottai CGM membantu Anda mengelola fluktuasi glukosa terkait stres dengan menawarkan gambaran yang jelas tentang dinamika glukosa Anda setiap 5 menit. Dipasangkan dengan aplikasi yang mudah digunakan, yang memungkinkan Anda mencatat stres, tidur, dan faktor gaya hidup.
Mulailah dari yang kecil—pilih satu atau dua kebiasaan—dan kembangkan dari sana.
